#13 Muncul Bruntusan Setelah Menggunakan Salicylic Acid, Mengapa?

ARTIKEL WEBSITE

Amma Salma Muslimah Beauty


#13 Muncul Bruntusan Setelah Menggunakan Salicylic Acid, Mengapa?


Ditulis oleh: Harmila Wati

Pendiri Amma Salma Muslimah Beauty

Belajar merawat kulit dengan lebih mudah.


Pendahuluan

Sebagian orang merasa kulit menjadi lebih beruntusan setelah mulai menggunakan Salicylic Acid. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran dan membuat pengguna berpikir bahwa produk tersebut tidak cocok.

Padahal, tidak semua bruntusan setelah menggunakan Salicylic Acid memiliki penyebab yang sama. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat merupakan proses purging, sedangkan pada orang lain dapat disebabkan oleh iritasi. Memahami perbedaannya akan membantu Anda menentukan langkah perawatan yang tepat.

Mengapa Bruntusan Bisa Muncul Setelah Menggunakan Salicylic Acid?

Salicylic Acid bekerja membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori yang tersumbat. Saat mulai digunakan, kulit dapat memberikan respons yang berbeda pada setiap orang.

Secara umum, terdapat dua kemungkinan penyebab munculnya bruntusan, yaitu:

Purging.

Iritasi kulit.


Kemungkinan 1: Purging

Purging adalah kondisi ketika pergantian sel kulit berlangsung lebih cepat sehingga sumbatan yang sudah ada di dalam pori-pori lebih cepat muncul ke permukaan kulit.

Ciri-Ciri Purging

Muncul di area yang memang sering berjerawat.

Biasanya terjadi pada awal penggunaan.

Pada sebagian orang akan membaik seiring waktu apabila kulit dapat beradaptasi.


Kemungkinan 2: Iritasi

Tidak semua bruntusan merupakan purging. Bruntusan juga dapat muncul akibat iritasi, terutama apabila penggunaan Salicylic Acid kurang sesuai.

Beberapa penyebab iritasi antara lain:

Menggunakan kadar yang terlalu tinggi.

Terlalu sering digunakan.

Kulit memang cenderung sensitif.


Ciri-Ciri Iritasi

Kulit terasa perih.

Kemerahan.

Terasa gatal atau panas.

Bruntusan justru semakin banyak.

Apa yang Harus Dilakukan?

Apabila mengalami bruntusan setelah menggunakan Salicylic Acid, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut.

Gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian.

Kurangi frekuensi penggunaan apabila kulit terasa sensitif.

Gunakan pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit.

Perhatikan respons kulit selama penggunaan.

Jangan memaksakan penggunaan apabila muncul tanda-tanda iritasi yang berat.


Hal yang Perlu Diingat

Tidak semua bruntusan setelah menggunakan Salicylic Acid merupakan purging. 

Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda sehingga respons terhadap produk skincare juga dapat berbeda.

Apabila keluhan semakin berat, disertai nyeri, pembengkakan, atau tidak membaik setelah menghentikan penggunaan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.


Lanjut Belajar

baca juga:

 #SERI BENZOYL PEROXIDE


Disclaimer

Artikel ini bertujuan sebagai media edukasi untuk membantu masyarakat belajar merawat kulit dengan lebih mudah. Informasi yang disampaikan bukan merupakan diagnosis maupun pengganti konsultasi, pemeriksaan, atau pengobatan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.


Amma Salma Muslimah Beauty

🌿 Belajar merawat kulit dengan lebih mudah.

📱 WhatsApp: 085249315951

🌿 Semoga bermanfaat

Postingan populer dari blog ini

#14 Apa Itu Benzoyl Peroxide?

#19 Kapan Sebaiknya Menggunakan Niacinamide & Efek Samping Niacinamide yang Perlu Diketahui

#17 Mengenal Niacinamide dan Manfaatnya untuk Kulit